Profesionalisme dan Lahirnya IAEETA

iaeeta

Oleh : Muh Wildan, Rudi Hertanto

Teknisi Elektronika dan Listrik  Penerbangan  merupakan kelompok yang berkeahlian dan berkemahiran yang diperoleh melalui proses pendidikan dan pelatihan yang berkualitas dan berstandar tinggi sehingga dalam bekerja teknisi harus bersikap dengan standar moral dan etika sesuai dengan keahliannya (profesionalisme). Untuk menjaga martabat serta kehormatan profesi maupun melindungi masyarakat dari segala bentuk penyimpangan dan penyalahgunaan keahlian tersebut maka kehadiran organisasi profesi Teknisi Elektronika dan Listrik Penerbangan jelas diperlukan. Indonesian Aviation Electronics and Electrical Technician Association (IAEETA) adalah organisasi profesi teknisi elektronika dan listrik penerbangan di Indonesia dengan tujuan:

  1. Sebagai wadah untuk memperjuangkan kepentingan dan kedudukan teknisi Elektronika dan Listrik Penerbangan Indonesia sesuai dengan tugas dan fungsinya.
  2. Menjalin hubungan komunikasi antar teknisi elektronika dan listrik penerbangan seluruh Indonesia dalam rangka mendukung terwujudnya kelancaran, keamanan dan  keselamatan penerbangan.
  3. Meningkatkan kompetensi teknisi Elektronika dan Listrik Penerbangan Indonesia yang profesional sebagai wujud kontribusi dalam pembangunan Nasional.
  4. Berperan aktif dalam seminar-seminar penerbangan baik ditingkat Nasional maupun Internasional.
  5. Mendorong terciptanya peningkat-an pelayanan kepada pengguna jasa kebandarudaraan dan keselamatan penerbangan melalui penciptaan metode kerja yang efektif dan efisien.

Sejarah Pendirian IAEETA

Pembentukan IAEETA salah satunya dilatarbelakangi keinginan adanya suatu wadah untuk menyuarakan aspirasi para teknisi elektronika dan listrik penerbangan. Kesamaan latarbelakang ini akhirnya berlanjut dengan diskusi-diskusi yang dilakukan pada berbagai kesempatan.

Dari berbagai kegiatan yang dilakukan dalam proses menuju pembentukan sampai lahirnya organisasi profesi IAEETA tercatat beberapa momentum kegiatan yaitu :

  1. Tahun 2005, teknisi elektronika dan listrik penerbangan yang sedang melaksanakan pendidikan up-grading Diploma IV di STPI Curug melakukan pertemuan dan merumuskan rencana dalam upaya mengusulkan kenaikan tunjangan jabatan fungsional teknisi penerbangan dan juga wacana pembentukan asosiasi teknisi penerbangan Unit Pelaksana Teknis (UPT) Ditjen Perhubungan Udara.
  2. Tanggal 26 April 2006 terbentuk Ikatan Teknisi Elektronika dan Listrik Penerbangan (IKATELPEN) yang diprakarsai oleh Teknisi Balai Elektronika. Dalam perjalanannya IKATELPEN Balai Elektronika telah melakukan koordinasi dengan Direktorat Fasilitas Elektronika dan Listrik Penerbangan pada saat itu untuk mendukung legalitas organisasi. Sosialisasi juga dilakukan kepada teknisi di lokasi maupun yang sedang mengikuti pendidikan atau kegiatan lain. (artikel mengenai IKATELPEN Balai Elektronika dan susunan kepengurusan dimuat pada Buletin Balai Elektronika edisi I Desember 2006).
  3. Tanggal 7 Desember 2007 diadakan Rapat Koordinasi Teknis Elektronika dan Listrik Penerbangan bandara UPT Ditjen Perhubungan Udara di Hotel Grand Cempaka dengan hasil dibentuknya organisasi teknisi yang berskala nasional (saat itu masih bernama IKATELPEN). Untuk menyiapkan pembentukan organisasi maka dibentuk Dewan Pimpinan Pusat (DPP) Sementara 2007-2008 dengan Ketua Umum Ir.Yudhi Sari S, MM. Tanggal ini dinyatakan sebagai tanggal berdirinya organisasi teknisi elektronika dan listrik penerbangan (kemudian bernama IAEETA).
  4. Tanggal 19 sampai dengan 21 Agustus 2008 dilaksanakan Munas I IKATELPEN di Bali yang menghasilkan keputusan antara lain:
    1. IKATELPEN secara resmi dilebur menjadi IAEETA (Indonesian Aviation Electronics and Electrical Technician Association) dengan Ketua Umum DPP Ir. Widjaja Lagha untuk masa jabatan 2008-2011
    2. Kepengurusan Dewan Pimpinan Pusat (DPP) IAEETA dipegang oleh anggota yang berada di Jakarta sedangkan untuk yang di daerah dipegang oleh Dewan Pimpinan Cabang (DPC).
    3. Untuk pembentukan tiap DPC beranggotakan minimal 30 orang.
  5. Tanggal 8 sampai dengan 10 juni 2010 dilaksanakan Rapat Kerja Nasional (Rakernas) IAEETA di Hotel Ibis Bungur dengan  agenda evaluasi program kerja DPP dan pengukuhan 34 DPC.

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

Referensi:

-     AD/ART IKATELPEN

-     AD/ART IAEETA

-     Ketua Umum & Sekertaris DPP IAEETA

-     Hasil Rakornis, Munas 1-2 & Rakernas IAEETA

One Response to Profesionalisme dan Lahirnya IAEETA

  1. Maju Terus IAEETA semoga sukses menjadi sarana tukar informasi sesama anggota IAEETA

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

You may use these HTML tags and attributes: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <strike> <strong>