Instrument Landing System (ILS)

penulis ary
Oleh : Ary M
 
Instrument Landing System adalah alat bantu navigasi udara yang memberikan informasi berupa sinyal frekuensi radio kepada pesawat untuk panduan pendekatan ke landasan suatu bandar udara terutama pada saat cuaca buruk dan visibilitas menurun. Frekuensi radio tersebut diubah dan ditampilkan secara audio visual di pesawat berupa informasi posisi pesawat terhadap as (center line) landasan, sudut pendaratan dan threshold landasan.

ILS terdiri dari tiga pemancar panduan yaitu :

  1. Pemancar Localizer sebagai pemandu horizontal terhadap center line landasan atau perpanjangannya.
  2. Pemancar Glide Path sebagai pemandu vertikal sudut pendaratan terhadap titik pendaratan pada as landasan.
  3. Pemancar Marker Beacon (Inner, Middle dan Outer) sebagai pemandu jarak terhadap threshold landasan. Pemancar-pemancar ini terletak pada perpanjangan center line dengan jarak-jarak tertentu dari threshold landasan.

Localizer maupun Glide Path bekerja dengan prinsip yang sama: memancarkan frekuensi pembawa yang dimodulasikan secara Amplitude Modulation (AM) dengan dua sinyal audio 90Hz dan 150Hz.

 Localizer

Localizer dipakai untuk pendekatan horizontal ke kiri dan kanan menuju perpanjangan as landasan menggunakan frekuensi pembawa Very High Frequency (VHF) antara 108–111,975MHz dengan jangkauan penerimaan ±25NM. Localizer menggunakan jajaran antena multielemen untuk menghasilkan radiasi sinyal. Jajaran antena Localizer terletak +1000feet (300m) dari ujung (stop end) landasan dan tegak lurus dengan as landasan pada bidang horizontal.

Karena Localizer bekerja pada frekuensi VHF dan dipancarkan pada bidang horizontal, maka pancaran sinyal sangat dipengaruhi oleh pemantulan dari bangunan di terminal, tumbuh‑tumbuhan yang tinggi, kendaraan dan atap metal di kiri dan kanan landasan.

loc

Sinyal yang dipancarkan di udara yang terdiri dari kombinasi sinyal audio 90Hz dan 150Hz dengan frekuensi radio pembawa akan menghasilkan pola radiasi gabungan (composite radiation pattern). Efek ini disebut Space Modulation. Kombinasi sinyal audio membuat sistem di pesawat dapat membedakan posisi relatif pesawat terhadap center line landasan. Penunjuk indikator pesawat berhubungan dengan perbedaan kedalaman modulasi atau Difference in Depth of Modulation (DDM) dari audio 90Hz dan 150Hz. Pada Localizer modulasi sinyal 90Hz mendominasi sebelah kiri perpanjangan as landasan dan 150Hz mendominasi sebelah kanan. Bila posisi pesawat  terbang berada pada perpanjangan as landasan (bidang horizontal) maka pesawat terbang akan menerima sinyal modulasi 90Hz dan 150Hz sama besar (DDM=0). Bila pesawat bergeser ke kiri dari as landasan maka penunjuk indikator akan bergerak ke kanan, memberi tahu agar pesawat diarahkan kembali ke posisi seharusnya (fly right) begitupula sebaliknya jika pesawat bergeser ke kanan.

Pada perpanjangan as landasan, sinyal Carrier Sideband (CSB) mendominasi dimana sinyal SBO  sama kuat (DDM=0). Localizer umumnya terdiri dari 2 sampai 12 pasang jajaran antena tergantung dari keadaan lokasi dan panjang landasan. Setiap pasang antena mendapatkan input sinyal berpasangan, berupa sinyal CSB, SBO atau kombinasi dari CSB dan SBO. Sinyal CSB menghasilkan pancaran yang lebih kuat pada pasangan antena bagian tengah sedangkan SBO pada pasangan bagian luar (ujung). Hal ini mempunyai efek yang relatif menghasilkan perbedaan besar pada modulation depth ke arah yang menjauhi as landasan dan menghasilkan pancaran yang sempit (narrow beam). Penambahan power SBO terhadap CSB power akan menghasilkan beam yang sempit (sudut course width mengecil) dan sebaliknya. Bila sinyal CSB saja yang dipancarkan (tidak dengan SBO) maka sistem akan menghasilkan DDM=0 pada semua bagian. Hal ini digunakan untuk menyetel peralatan dan memastikan bahwa level modulasi 90Hz dan 150Hz seimbang.

 ind.loc

Glide Path

Glide Path meberikan panduan vertikal ke atas dan bawah untuk mendapatkan sudut pendaratan pada perpanjangan as landasan terhadap titik landas dengan frekuensi pembawa UHF. Glide Path memancarkan frekuensi pembawa UHF antara 328.6–336MHz dengan jangkauan penerimaan ±10NM. Antena Glide Path terletak pada jarak +300m dari threshold pendaratan dan +120m dari as landasan, dipasang pada tiang vertikal. Permukaan tanah di depan antena berfungsi sebagai reflektor dan membentuk sudut pendaratan yang ditentukan oleh tinggi antena terhadap tanah.

ind.gp 

Modulasi sinyal 90Hz mendominasi bagian atas sudut pendaratan dan 150Hz mendominasi bagian bawah sudut pendaratan. Bila posisi pesawat terbang berada pada posisi sudut pendaratan (bidang vertikal) maka pesawat terbang akan menerima level sinyal modulasi 90Hz dan 150Hz sama besar (DDM=0). Besar sudut pendaratan umumnya adalah ±30. Jika pesawat bergeser ke atas dari sudut pendaratan maka penunjuk indikator akan bergerak ke bawah, memberi tahu agar pesawat diarahkan kembali ke posisi seharusnya (fly down) dan begitupula sebaliknya jika pesawat bergeser ke bawah.

Marker Beacon

Beroperasi dengan frekuensi radio pembawa VHF 75MHz. Menurut petunjuk jarak yang diberikannya, Marker Beacon dibagi menjadi tiga:

  1. Outer Marker terletak 7,2km dari threshold pendaratan, dimodulasi dengan nada audio 400 Hz dan diberi kode morse “dash-dash”.
  2. Middle Marker terletak 1050m dari threshold pendaratan, dimodulasi dengan audio 1300 Hz dan dikode dengan “dash-dot”.
  3. Inner Marker terletak antara 75m dan 450m dari threshold pendaratan, dimodulasi dengan audio 3000 Hz dan diberi sandi “dot-dot”. Inner Marker umumnya dipasang pada kategori II dan III (Indonesia tidak memasang Inner Marker karena semua ILS yang terpasang adalah kategori I).

gp2

Pada kondisi tertentu, sebagai contoh bila pendekatan ke landasan untuk pendaratan terdapat laut maka fungsi Marker Beacon dapat digantikan oleh Distance Measurement Equipment (co‑located Glide Path).

Referensi:

-           Aeronautical Telecommunications, Annex 10, Vol.I, ICAO

-           Normarc 7000B ILS, Trainning Manual, Park Air Systems, 2006

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

You may use these HTML tags and attributes: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <strike> <strong>