NDB dalam Sistem Navigasi Penerbangan

bari ismawan

Oleh : Bari Ismawan

Peralatan  Non Directional Radio Beacon (NDB) merupakan salah satu fasilitas rambu udara radio yang  paling sederhana dan menjadi persyaratan minimal yang diperlukan bagi suatu bandar udara. NDB membantu penerbang untuk mengetahui posisi suatu bandar udara dengan memancarkan sinyal gelombang radio ke segala arah. Peralatan NDB bekerja pada frekuensi antara 190 KHz – 1750 KHz.

NDB dibagi menjadi tiga kelompok berdasarkan output power yang dipancarkan:

1.   Low Range

Output Power 50 Watt sampai dengan 100 Watt dengan jangkauan sampai dengan 100 NM.

2.   Medium Range

Output Power 500 Watt sampai dengan 1000 Watt dengan jangkauan sampai dengan 200 NM.

3.   High Range

Output Power 3000 Watt dengan jangkauan lebih dari 300 NM.

Kegunaan NDB antara lain:

1.   Homing

Peralatan NDB diletakan atau dipasang pada lokasi sekitar bandar udara sehingga pesawat dapat memanfaatkan sinyal NDB sebagai panduan untuk menuju bandar udara tersebut.

2.   En Route

Peralatan NDB diletakan atau dipasang pada titik–titik (lokasi) tertentu sepanjang jalur penerbangan (airways). Sebagai contoh adalah bandar udara A dan B karena jaraknya sangat jauh, maka jangkauan pancaran NDB dari kedua Bandar udara tersebut tidak saling bersentuhan (uninterception) sehingga untuk menjamin agar pesawat yang terbang antar dua bandar udara tersebut selalu mendapatkan sinyal panduan maka di antara kedua bandar udara tersebut dipasang lagi peralatan NDB sebagai En route.

3.  Holding

Dalam pengaturan lalu-lintas penerbangan di bandar udara yang sibuk seringkali pesawat udara harus menunggu untuk melakukan pendaratan. Titik (lokasi) yang menjadi patokan pesawat untuk holding (menunggu sambil berputar disekitar titik lokasi) menggunakan peralatan NDB.

4.  Locator  (Compass Locator)

Peralatan NDB dipasang di perpanjangan garis tengah landas pacu atau Center Line Runway, sehingga dengan mengikuti sinyal NDB ini penerbang lebih mudah menuju arah garis tengah landas  pacu.

Identifikasi

Untuk membedakan peralatan NDB pada masing-masing bandar udara maka peralatan NDB juga memancarkan audio sebagai identitas bandar udara yang berupa 2 (dua) atau 3 (tiga) huruf terbentuk Morse Code International dengan frekuensi audio 1020 Hz atau 400 Hz. Sebagai contoh NDB bandar udara Juwata Tarakan : identifikasi kode morsenya adalah “OT”

O = _ _ _ (dash dash dash)

T = _ (dash)

Jenis Pencaran NDB

1.   CW  (Continuous Wave)

Suatu sinyal pancaran Radio Frekuensi (RF) yang terbentuk hanya dari sinyal Frekuensi Carrier (FC).

2.   MCW  (Modulation Continuous Wave)

 Suatu sinyal pancaran RF yang terbentuk dari frekuensi carrier yang termodulasi oleh sinyal Audio Frekuensi  (AF).

3.   KCW (Keying Continuous Wave).

Suatu sinyal pancaran RF yang terbentuk dari frekuensi carrier yang termodulasi oleh sinyal Audio Frekuensi  (AF), namun sinyal audio tersebut dikodekan dengan identifikasi berupa keying kode morse.

Kalibrasi

NDB dikalibrasi secara periodik setiap 1 (satu) tahun.

Referensi:

      Aeronautical Telecommunications, Annex 10, Vol. I, ICAO

One Response to NDB dalam Sistem Navigasi Penerbangan

  1. anton sahdiyana says:

    Tks pak, atas informasi mengenai NDB sangat memberikan ilmu pengetahuan saya, kedepan berharap dapat di berikan juga informasi peralatan navigasi lainnya.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

You may use these HTML tags and attributes: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <strike> <strong>