Pemeliharaan Fasilitas Elektronika dan Listrik Penerbangan

kabalai

Oleh : Supriyatno Mukim

Pemeliharaan fasilitas elektronika dan listrik penerbangan dalam Surat Keputusan Dirjen Perhubungan Udara nomor SKEP. 157/IX/2003 tahun 2003 tentang  Pedoman Pemeliharaan dan pelaporan Fasilitas Elektronika dan Listrik Penerbangan, ditekankan pada usaha pencegahan terhadap terjadinya kerusakan yang lebih parah pada sistem ataupun subsistem peralatan yang perlu dilakukan oleh pengelola atau operator bandar udara. Dengan demikian masing-masing peralatan diharapkan dapat beroperasi normal sesuai fungsinya, sehingga tingkat pelayanan dapat dipertahankan sesuai standar. Tidak optimalnya pemeliharaan peralatan akan mengakibatkan menurunnya tingkat pelayanan yang diberikan oleh bandar udara dan secara tidak langsung akan mengurangi waktu delay atau keterlambatan pesawat akibat dari tidak berfungsinya peralatan di bandar udara (permasalahan teknis).

Beberapa hal yang perlu diperhatikan dalam mempertahankan performance peralatan elektronika dan listrik penerbangan, antara lain:

  1. Catu daya listrik yang memenuhi standar bagi peralatan elektronika di bandar udara akan sangat berpengaruh terhadap performance peralatan termasuk tercapainya Mean Time Between Failure (MTBF) atau waktu rata-rata antar kerusakan dan Mean Time To Repair (MTTR) atau waktu rata-rata pelaksanaan perbaikan. Walaupun pada sebagian peralatan produk terbaru sudah dilengkapi dengan power supply dengan kemampuan menyesuaikan perubahan tegangan secara otomatis, namun tetap diperlukan catu daya listrik dengan persyaratan:
  2. Besaran tegangan antara Neutral terhadap Phase dan antara Ground terhadap Phase sebesar 220 Volt AC dengan toleransi 5%.
  3. Frekuensi jala-jala listrik 50 Hz.
  4. Antara Neutral terhadap Ground tidak diperbolehkan adanya beda tegangan, idealnya 0 Volt AC, namun pada beberapa bandar udara terukur mencapai 20 Volt AC bahkan lebih.

      Persyaratan tersebut di atas apabila tidak terpenuhi akan berakibat fatal terhadap komponen solid state

(contoh IC Processor) yang terdapat pada modul elektronik. Salah satu solusinya adalah perbaikan sistem grounding atau pentanahan. Pada beberapa kasus perbaikan kerusakan peralatan, Balai Elektronika mengharuskan terpenuhinya persyaratan tersebut dengan harapan tidak terjadi kerusakan yang berulang sehingga tercapai efisiensi biaya.

  1. Kestabilan temperatur atau suhu ruangan sangat berpengaruh terhadap kinerja peralatan elektronik. Selama peralatan dioperasikan akan menghasilkan panas dan harus dapat segera diredam oleh pendingin ruangan. Pada kondisi tertentu panas yang timbul akan berlebih sehingga perlu pemasangan ekstra fan untuk membantu proses pendinginan.
  2. Kondisi shelter atau ruangan peralatan seharusnya kedap atau rapat sehingga air hujan, binatang atau serangga tidak dapat masuk. Umumnya air hujan masuk ke peralatan melalui kabel (khususnya pada peralatan VOR). Kemungkinan lain adalah masuk melalui atap shelter yang retak atau bocor. Sedangkan binatang atau serangga yang masuk ke shelter mungkin akan bersarang di dalam peralatan yang akan menyebabkan kerusakan. Disamping itu shelter yang tidak kedap akan menyebabkan temperatur dan kelembaban udara tidak stabil.
  3. Kebersihan shelter lebih dimaksudkan untuk mengurangi datangnya binatang atau serangga yang mungkin akan bersarang dan merusak sistem perkabelan di dalam peralatan. Ruangan tempat peralatan X-Ray yang perletakannya di tempat umum (ruangan tunggu, gudang atau area check in) perlu lebih diperhatikan mengingat kemungkinan banyaknya sisa makanan atau sampah.
  4. Sambaran Petir termasuk induksi petir yang mungkin timbul dapat diminimalisir atau dicegah dengan perlengkapan penangkal petir. Penangkal petir konvensional, sepanjang memenuhi standar akan sangat bermanfaat dalam usaha pencegahan acaman petir yang mungkin terjadi. Ancaman petir tersebut tidak hanya melalui antena namun lebih banyak melalui jalur catu daya listrik sehingga diperlukan kelengkapan tambahan penangkal petir di panel tegangan rendah pada masing-masing ruangan peralatan. Pemeliharaan grounding penangkal petir harus dilakukan dengan pemeriksaan besaran tahanan tanahnya secara berkala.
  5. Kondisi lingkungan, ketinggian pohon, bangunan atau tower atau kontur lahan yang berada di sekitar peralatan (khususnya VOR dan ILS akan berpengaruh terhadap sinyal panduan navigasi penerbangan. Pemantauan terhadap perubahan pohon, bangunan atau kontur lahan (obstacle) perlu dilakukan secara berkala.

Dukungan non teknis tidak kalah pentingnya dalam keberhasilan pelaksanaan pemeliharaan peralatan elektronika dan listrik penerbangan, antara lain :

  1. Personel teknisi penerbangan yang melaksanakan pemeliharaan dan perbaikan harus memiliki Lisensi dan Rating sesuai dengan peralatan yang menjadi tanggung jawabnya. Teknisi penerbangan di bandar udara diharapkan memiliki kemampuan tingkat analisisnya minimal sampai dengan level II bahkan jika dimungkinkan sampai level III. Sehingga dapat melokalisir kerusakan tingkat berat sehingga memudahkan teknisi Balai Elektronika dalam memberikan bantuan perbaikan termasuk konsultasi teknis dalam mengatasi kerusakan via telepon atau media lain.
  2. Ketersediaan suku cadang (modul atau komponen) yang memadai akan mempercepat pelaksanaan perbaikan. Sehingga operasional atau  pelayanan bandar udara dapat dipenuhi.
  3. Lengkapnya buku referensi, dokumen ICAO dan manual book peralatan akan sangat membantu dalam pelaksanaan pemeliharaan dan perbaikan.
  4. Tersedianya dana cukup untuk mendukung pelaksanaan pemeliharaan dan perbaikan fasilitas. 
  5. Pemberian kesempatan mengikuti Diklat (trainning, short course atau refreshing course) sesuai bidang atau peralatannya bagi teknisi penerbangan akan meningkatkan keterampilan atau wawasan serta semangat dalam pelaksanaan kerja yang menjadi tanggung jawabnya.
  6. Laporan dari penerbang atau data isian pada debriefing form hendaknya dipantau secara berkala, karena hal tersebut akan membantu dalam memonitor performance peralatan.
  7. Log book merupakan catatan informasi bagi teknisi yang melaksanakan pemeliharaan peralatan sehingga bermanfaat bagi teknisi yang lain dalam menganalisa bilamana terjadi kerusakan.
  8. Toolkit set dan peralatan ukur elektronik yang memadai sebagai alat bantu kerja bagi teknisi dalam melaksanakan pemeliharaan dan perbaikan fasilitas elektronika dan listrik penerbangan.


Referensi:

Surat Keputusan Dirjen Perhubungan Udara nomor SKEP. 157/IX/2003 tahun 2003

One Response to Pemeliharaan Fasilitas Elektronika dan Listrik Penerbangan

  1. nury says:

    sy sdg mencari hubungan kembali dgn seorang bpk yg bernama bambang setyawan lagha,seorang karyawan elecktronica di departement bpk widjaya lagha.Sy bekenalan dgn beliau sewaktu sy masih menjabat sbg karyawan disebuah DUTYFREE shop di Paris,Prancis.Sekarang sdh pensiun dan buku catatan dari tamu2 ku sdh hilang dijambret bersama my hand bag,Bisa mungkin saya salah menyebut namanya,beliau sering berkunjung pd sy bersama istri.saya amat bersenang hati kalau bisa dapat berhubungan kembali.Terima kasih saya ucapkan kalau ada yg bersedia memberi khabar.Wassalam Nury

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

You may use these HTML tags and attributes: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <strike> <strong>